Nadin Amizah tentang Laika, Yang Ditinggalkan: anjing antariksa, ayah yang absen, dan lagu dari masa SMA
Apa yang Nadin Amizah katakan di publik tentang album ketiganya, dirangkum dari wawancaranya dengan Kumparan, Pophariini, dan CNN Indonesia.
Profil ini berdasarkan wawancara Nadin Amizah yang dimuat Kumparan, Pophariini, dan CNN Indonesia. Sumo38 tidak mewawancarainya. Kutipan di bawah adalah kata-katanya sendiri seperti dimuat di sumber tersebut.
Sekilas tentang albumnya
Laika, Yang Ditinggalkan rilis 28 Agustus 2026: album ketiga Nadin Amizah, sebelas lagu yang digarap bersama sepuluh produser, di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri. Lagu pembuka sekaligus single utamanya, "Moonlight", yang digarap bersama Dissa Kamajaya, rilis 7 Agustus.
Kenapa Laika
Album ini dibangun dari kisah Laika, anjing yang dikirim Uni Soviet ke orbit pada 1957. Kepada Kumparan, Nadin bilang: "Kisah Laika menginspirasiku. Banget. Aku membayangkan Laika lahir ke dunia mendambakan kasih, dirawat, mendapatkan cinta yang ia kira selamanya, namun di akhir cerita, Laika hanyalah sebuah alat untuk memuaskan keangkuhan manusia."
Kerinduan yang berubah jadi amarah
Lewat Laika, album ini menyuarakan anak-anak yang merindukan sosok ayah yang absen. "Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah," katanya kepada Pophariini.
Kenapa sepuluh produser
Daftar produser yang panjang itu sebuah rencana, bukan kebetulan. "Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya," katanya kepada Kumparan, sehingga setiap lagu ia pasangkan dengan produser yang bisa mewujudkannya.
Berangkat dari diri sendiri
Seperti album-album sebelumnya, titik berangkatnya personal: "Karya-karyaku selalu berasal dari pemrosesan diriku sendiri, terutama dalam melihat sesuatu."
"Moonlight", lagu dari masa SMA
Lagu pembuka berbahasa Inggris ini lebih tua dari kariernya. Ia menulisnya saat SMA dan membawakannya di panggung pada era Sorai dan Rumpang tanpa pernah merekamnya. "Lagi-lagi, karena ini lagu lama. Ditulis waktu SMA, bahkan sebelum 'Nadin Amizah' seperti yang dikenal sekarang ada," katanya kepada CNN Indonesia. Ia memilihnya sebagai pembuka karena "'Moonlight' sonically cocok banget buat memperkenalkan dunia Laika. Sebelum mengenal sosoknya, aku rasa kita harus tahu semestanya lebih dahulu."
